Logo Kota Magelang
PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Literasi Sosial Bekal ASN Melayani Publik

Kamis, 5 November 2026

Bagikan :

Pelayanan publik yang humanis tidak cukup mengandalkan sistem digital dan prosedur administratif.

KOTA MAGELANG – Pelayanan publik yang humanis tidak cukup mengandalkan sistem digital dan prosedur administratif. Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu memahami kondisi sosial masyarakat serta mengedepankan empati dan penghormatan terhadap warga saat memberikan pelayanan.

 

Hal tersebut disampaikan Bunda Literasi Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, dalam paparan bertema “Penguatan Literasi Sosial untuk Mewujudkan Pelayanan Publik yang Humanis” di Gedung Adipura, Rabu (4/11/2026).

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan segenap jajaran ASN di lingkungan Pemkot Magelang.

 

Nanik menjelaskan, literasi sosial merupakan kemampuan individu memahami, berinteraksi, dan membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sosial, termasuk memahami keberagaman latar belakang masyarakat.

 

Dalam konteks pelayanan publik, literasi sosial menjadi bekal ASN untuk menghadapi kebutuhan warga yang beragam, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat kurang mampu.

 

“Pelayanan publik bukan sekadar transaksi administratif, melainkan bentuk pengasuhan sosial (social care) di mana warga negara adalah keluarga yang harus dilayani dengan hati,” papar Nanik.

 

Nanik menyebutkan empat pilar sosial yang perlu dimiliki ASN, yakni empati budaya dan sosial, komunikasi asertif dan santun, pengelolaan emosi, serta inklusivitas.

 

ASN diharapkan mampu memahami kesulitan warga tanpa menghakimi, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, mendengarkan keluhan secara aktif, serta tetap tenang dan solutif ketika menghadapi masyarakat.

 

Penguatan literasi sosial tersebut menjadi bagian dari gerakan literasi masyarakat yang dikembangkan Pokja Bunda Literasi Kota Magelang. Kelompok kerja ini terbentuk pada Mei 2026 dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas literasi, kepala perpustakaan, dan media massa.

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyatakan, pengembangan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperluas akses bacaan bagi berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk perguruan tinggi, komunitas, dan OPD terkait.

 

“Disperpusip perlu terus berperan aktif dalam pengembangan literasi melalui kerja sama dengan universitas, komunitas, serta penguatan koordinasi dan kemitraan dengan seluruh OPD terkait,” ujar Damar.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Sarwo Imam Santosa, mengatakan Pemkot Magelang membuka akses literasi seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik.

 

Keberhasilan pelayanan publik yang humanis, lanjutnya, dapat dilihat dari berkurangnya keluhan dan meningkatnya apresiasi masyarakat.

 

“Selain itu, akses layanan bagi masyarakat harus semakin baik, disertai tumbuhnya kepercayaan antara pemerintah dan warga,” imbuh Imam. (Prokompimkotamgl)

Bagikan :