PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Paradigma Baru Layanan Kesehatan di Kota Magelang

Rudi || Diskominsta

Kamis, 16 Juli 2026

Bagikan :

Dinas Kesehatan Kota Magelang menggelar Rapat Koordinasi

KOTA MAGELANG – Dinas Kesehatan Kota Magelang menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi Program Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Hotel Puri Asri Magelang pada Rabu (15/7/2026).

 

Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan kesehatan sekaligus meningkatkan capaian program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Magelang.

 

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyatakan keberhasilan transformasi kesehatan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

 

Damar menyebutkan arah kebijakan kesehatan periode 2025–2029 yang menandai perubahan paradigma dari pendekatan lama yang berfokus pada pelayanan kuratif di fasilitas kesehatan menuju paradigma baru yang mengedepankan transformasi layanan primer. 

 

Pendekatan baru ini menempatkan masyarakat sebagai pusat layanan melalui penguatan upaya promotif dan preventif, tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

 

"Paradigma kesehatan harus bergeser, tidak lagi berorientasi pada mengobati orang sakit, tetapi bagaimana masyarakat tetap sehat melalui upaya pencegahan," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.

 

Arah kebijakan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah program prioritas, antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai pintu masuk layanan kesehatan, pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular berbasis manajemen risiko, percepatan eliminasi tuberkulosis melalui penemuan kasus secara aktif, serta peningkatan cakupan imunisasi sepanjang siklus kehidupan.

 

"Seluruh program tersebut didukung kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan whole of government dan whole of society agar transformasi kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," terangnya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr. Istikomah, dalam laporannya menyampaikan bahwa capaian CKG  di Kota Magelang hingga saat ini telah mencapai sekitar 45 persen dari target tahunan sebesar 54 persen.

 

"Target yang tersisa tidak terlalu besar, sehingga akan terus kami percepat melalui berbagai strategi agar capaian Kota Magelang dapat melampaui rata-rata provinsi bahkan nasional," ujar dr. Istikomah.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, memandang perlunya penguatan upaya penemuan kasus secara aktif untuk menjangkau masyarakat khususnya kelompok berisiko dan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

 

"Jangan hanya menunggu masyarakat datang berobat, tetapi kita harus aktif menjangkau masyarakat, khususnya kelompok berisiko dan wilayah sekitarnya" tegas Sri Harso. (prokompimkotamgl)

 

Bagikan :