Mak Clinge, Ubah Sampah Jadi Budaya dan Penggerak Ekonomi di Kota Magelang
Rudi || Diskominsta
Senin, 17 November 2025

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mendorong masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan
KOTA MAGELANG – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mendorong masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan melalui program unggulan penanganan sampah bertajuk “Mak Clinge” (Magelang Kota Cerdas Lingkungan).
Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada transformasi budaya warga dari pola pikir lama ‘kumpul–angkut–buang’ menjadi ‘pilah–olah–manfaatkan kembali’.
Masyarakat juga didorong menjadi penggerak ekonomi baru berbasis lingkungan.
Damar menyebut, Mak Clinge adalah komitmen Pemkot Magelang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang komprehensif, modern, dan bertanggung jawab.
"Kenapa ini (pengelolaan sampah yang baik) penting, karena sampah yang dibiarkan saja akan menjadi bencana, entah bencana penyakit maupun bencana lingkungan, " tegas Damar saat acara Sosialisasi Program Unggulan Mak Clinge di Pendopo Pengabdian, Sabtu (15/11/2025).
Dia pun meminta seluruh elemen masyarakat dan perangkat wilayah, mulai dari Ketua RT/RW, Lurah, Kader Lingkungan, hingga tokoh masyarakat untuk “nyengkuyung” (gotong royong) dalam menyukseskan program ini.
"Perubahan pola pikir ini harus menjadi budaya, menjadi identitas baru warga Kota Magelang: Kota yang bersih, tertib, dan bertanggung jawab terhadap sampahnya,” ujarnya.
Tak hanya isu lingkungan, pihaknya juga mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi berbasis sampah.
“Saya ingin masyarakat merasakan manfaat langsung, baik lingkungan maupun ekonomi, dari pengelolaan sampah yang benar,” ujarnya.
Selain itu, Damar ingin kampung-kampung yang sudah sukses menerapkan pengelolaan sampah dengan baik ke depan menjadi Kampung Organik dan Kampung Iklim, yang berkembang menjadi Kampung Wisata di seluruh kecamatan.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Handini Rahayu, menjelaskan Mak Clinge dirancang sebagai gerakan besar yang masif dengan mengintegrasikan dan menyinkronkan seluruh pemangku kepentingan, meliputi pemerintah, masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.
“Program ini bukan sekadar kegiatan rutin DLH, tetapi menjadi gerakan besar Kota untuk membangun kebiasaan baru warga,” jelas Handini.
"Ada tiga wilayah awal yang menjadi lokasi pilot project Mak Clinge, yaitu: RT 1 RW 4 Kelurahan Potrobangsan, RT 1 RW 18 Kelurahan Rejo Utara dan RT 1 RW 1 Kelurahan Tidar Selatan," papar Handini.
Hasil pelaksanaan dari tiga wilayah ini nantinya akan menjadi model terbaik yang direplikasi di seluruh kelurahan di Kota Magelang.
Sosialisasi diikuti oleh sebanyak 94 rumah tangga. Pihaknya menyediakan sarana dan prasarana untuk peserta, berupa tempat sampah pilah, gerobak, dan kendaraan pengangkut sampah terpilah.
"Kita nantinya juga akan membagikan tempat sampah terpilah setiap rumah," imbuh Handini.
Lebih lanjut, di 3 wilayah pilot project ini, pihaknya akan melakukan monitor dan evaluasi. Jika pengelolaan sampah sudah dirasa baik, makan program ini akan direplikasi di wilayah lain yang lebih banyak. (prokompimkotamgl)









