PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Political Will Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan Kampung Proklim

Rudi || Diskominsta

Rabu, 13 Mei 2026

Bagikan :

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengajak seluruh lapisan masyarakat

KOTA ​MAGELANG — Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki kemauan politik (political will) yang kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

 

Hal ini ditegaskannya sebagai syarat mutlak keberhasilan pembentukan Kampung Proklim (Pro-Iklim) di seluruh wilayah Kota Magelang.

 

​Dalam Sosialisasi Kampung Proklim di Pendopo Pengabdian, Rabu (13/5/2026), Damar menyatakan pemerintah telah menyiapkan sistem dan regulasi yang baik. Namun, penguatan kampung tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dari warga itu sendiri.

 

​"Kalau orang selalu bicara pemerintah yang harus punya political will, sekarang saya balik polanya. Saya pengen ada political will dari warga masyarakat untuk membangun lingkungannya," tegas Damar.

 

​Damar menilai permasalahan sampah yang masih menjadi kendala utama di calon-calon Kampung Proklim. Ia menyayangkan praktik lama seperti mencampur, membakar, atau membuang sampah ke sungai yang masih terjadi. 

 

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah kesadaran individu. Oleh karena itu, kata Damar, pemerintah hadir bukan untuk "gagah-gagahan", melainkan sebagai mitra yang memandu masyarakat menuju suasana hidup yang ideal (filosofi Toto Tentrem Kertoraharjo).

 

​"Kampungnya bagus, jenengan (anda) yang menikmati. Program ini dari warga untuk warga, bukan untuk pemerintah. Pemerintah hanya memfasilitasi saat warga mulai tidak konsisten," tambahnya.

 

Damar ingin seluruh kampung di wilayahnya menjadi kampung Proklim. 

 

​Sebagai langkah konkret, pemerintah juga mewajibkan setiap sekolah di Kota Magelang menjalankan program Adiwiyata dengan mengelola sampah secara mandiri. Langkah ini diambil karena pendidikan diyakini sebagai solusi jangka panjang untuk mengubah perilaku manusia terhadap alam.

 

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Irwan Adi Nugroho, menambahkan tujuan kegiatan ini untuk mendorong pelaksanaan Kampung Proklim di Kota Magelang. 

 

Peserta adalah seluruh lurah, camat dan warga pegiat lingkungan calon Kampung Proklim dan Kampung Proklim Lestari. Mereka mendapatkan materi oleh pendamping Kampung Proklim Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Joko Sudibyo. 

 

Untuk diketahui, sampai tahun 2025, sudah ada 36 lokasi Kampung Proklim di Kota Magelang. Dari jumlah itu, 9 kampung menyandang predikat Utama, 26 kampung predikat Madya dan 1 kampung berpredikat Lestari. (Prokompimkotamgl)

Bagikan :