Posyandu 6 SPM, Kader Jadi Penghubung Kebutuhan Warga dengan Layanan Dasar
Rabu, 23 September 2026

Transformasi Posyandu menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)
KOTA MAGELANG — Transformasi Posyandu menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) membuat peran kader meluas.
Mereka tidak hanya menangani layanan kesehatan, tetapi juga mengenali kebutuhan warga di bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan hal itu dalam acara Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Ibu dan Balita Tahun 2026 di Pendopo Pengabdian, Rabu (23/9/2026).
"Yang terpenting adalah kader mampu mengenali kebutuhan, memberikan informasi awal, dan menghubungkan masyarakat dengan pelayanan yang sesuai," ujarnya.
Ia mengatakan kebutuhan dasar saling berkaitan. Kesehatan anak, misalnya, dipengaruhi pola pengasuhan, pengetahuan orang tua, kondisi ekonomi, tempat tinggal, lingkungan, dan akses layanan.
Karena itu, pola kerja Posyandu 6 SPM diarahkan pada tiga tahapan, yakni kader mengenali kebutuhan, Posyandu menjadi penghubung, dan pemerintah daerah memastikan tindak lanjutnya.
"Pemkot Magelang akan membekali kader melalui peningkatan kapasitas serta koordinasi dengan perangkat daerah terkait," imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, warga mendapat edukasi tumbuh kembang anak dan teknik memijat bayi, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi balita. Kegiatan ini merupakan kerja sama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan My Baby melalui program CSR Posyandu.
Deputi Branch Manager Indomaret Yogyakarta Yunita Kemal mengatakan CSR Posyandu merupakan kegiatan rutin tahunan Indomaret yang digelar serentak di 10 kota.
"Kami berharap kegiatan CSR Posyandu ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak di Kota Magelang," kata Yunita.
Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya penanganan stunting di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Magelang Nanik Yuniati Damar memaparkan materi bertajuk "Tumbuh Kembang dan Pola Asuh Anak". Ia menekankan pengasuhan yang hadir secara emosional jauh lebih penting daripada pengasuhan yang sempurna secara teknis.
"Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, anak membutuhkan orang tua yang hadir," katanya.
Nanik menjelaskan skema keterlibatan berlapis dalam mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari keluarga yang mengasuh dan menstimulasi anak setiap hari, kader Posyandu yang mendampingi dan memantau risiko, hingga tenaga kesehatan yang memberikan pemeriksaan dan intervensi klinis.
Kepada para ibu yang merasa khawatir dengan kondisi anaknya, Nanik berpesan agar tidak membandingkan atau menerka-nerka sendiri, melainkan segera berkonsultasi dengan kader atau tenaga kesehatan. (prokompimkotamgl)

