Logo Kota Magelang
PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Data IPLM dan TKM Gambarkan Kondisi Literasi Masyarakat Kota Magelang

Selasa, 6 Oktober 2026

Bagikan :

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Magelang pada 2025 tercatat 29,40

KOTA MAGELANG – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Magelang pada 2025 tercatat 29,40, sedangkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) mencapai 58,46. Kedua indikator tersebut digunakan untuk melihat kondisi pembangunan literasi dan kebiasaan membaca masyarakat.

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, pembangunan literasi tidak hanya berkaitan dengan urusan perpustakaan, tetapi juga berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat dan urusan pemerintahan.

 

"Literasi tidak berdiri sendiri sebagai urusan perpustakaan, tetapi berkaitan dengan banyak aspek kehidupan masyarakat," kata Damar dalam sosialisasi pengumpulan data perpustakaan di Aula Adipura Kencana, Kantor Pemkot Magelang, Senin (5/10/2026).

 

Lanjut Damar, angka IPLM dan TKM perlu dilihat bersama dengan metode pengukurannya. Pengukuran IPLM saat ini mengalami perubahan, termasuk teknik pengambilan data yang sebelumnya berbasis wilayah menjadi berbasis kewenangan.

 

"Yang terpenting bukan sekadar melihat angkanya, tetapi apa yang dapat kita lakukan setelah melihat hasil tersebut," ujarnya.

 

Pada pengukuran IPLM 2026, aspek kinerja mendapat bobot lebih besar dibandingkan aspek kepatuhan. Dengan pola tersebut, keberadaan perpustakaan dan koleksi buku saja tidak menjadi satu-satunya ukuran. Pemanfaatan perpustakaan dan layanan yang diberikan kepada masyarakat turut menjadi bagian penilaian.

 

"Yang penting adalah apakah perpustakaan tersebut benar-benar digunakan dan memberikan manfaat," kata Damar.

 

Sementara itu, pengukuran TKM mencakup tiga tahapan, yakni sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca. Pengukuran tersebut tidak hanya melihat aktivitas membaca, tetapi juga kebiasaan masyarakat dalam mencari pengetahuan serta menggunakan informasi yang diperoleh.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang Sarwo Imam Santosa menjelaskan, dengan angka IPLM pada 2025 itu menempatkan Kota Magelang di jajaran tiga besar se-Jawa tengah. 

 

Meski begitu, capaian itu masih perlu ditingkatkan karena secara umum IPLM daerah di Indonesia, Kota Magelang masih berada dalam kategori rendah.

 

Untuk diketahui, IPLM dan TKM merupakan instrumen untuk mengukur pembangunan literasi dan kualitas sumber daya manusia.

 

"IPLM dan TKM bukan sekadar angka statistik, melainkan instrumen ukur keberhasilan pemda dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan ekosistem literasi," ujar Sarwo.

 

Dalam kegiatan tersebut, pengumpulan data perpustakaan juga menjadi bagian dari proses penilaian. Data yang dihimpun mencakup pengelolaan perpustakaan, pemanfaatan koleksi, aktivitas membaca hingga layanan digital.

 

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama. Pihaknya berharap hasil pengukuran IPLM dan TKM tidak berhenti sebagai angka, tetapi dapat digunakan untuk melihat perubahan yang terjadi di masyarakat.

 

"Kita berharap nilai IPLM dan TKM Kota Magelang ke depan semakin baik. Tetapi yang lebih penting, kita ingin melihat perubahan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya. (prokompimkotamgl)

Bagikan :