Sekolah Lansia, Ruang Belajar agar Lansia Kota Magelang Berdaya
Rabu, 7 Oktober 2026

Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Magelang
KOTA MAGELANG — Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Magelang dalam menjaga lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pengalaman hidup, pengetahuan, serta kontribusi mereka dinilai tetap dibutuhkan untuk menjaga kehidupan sosial dan membangun kota yang ramah bagi semua usia.
“Kota yang kita rasakan nyaman dan harmonis hari ini juga tidak terlepas dari kontribusi panjenengan semua yang telah meletakkan banyak fondasi baik bagi kota,” kata Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, dalam kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Kecamatan Magelang Selatan, di Gedung Wanita, Selasa (6/10/2026).
Sepanjang 2026, tercatat 691 lansia di Kota Magelang telah mengikuti wisuda Sekolah Lansia. Damar menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Terbukti, Kota Magelang menjadi kota terbaik se-Jawa Tengah dengan penduduk lansia paling berpendidikan tahun 2026.
“Ini tentu membanggakan. Lansia itu pernah sekolah, bekerja, mengurus keluarga, tetapi masih semangat bersekolah,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman hidup para lansia merupakan modal sosial yang berharga bagi Kota Magelang.
“Saya yakin, setelah menjalani perjalanan hidup selama ini, pengalaman panjenengan semua mungkin lebih tebal daripada buku yang ada di perpustakaan,” ujarnya.
Damar mengatakan, Kota Magelang memang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, menurut dia, kekuatan utama kota berada pada sumber daya manusianya, termasuk warga lanjut usia yang tetap aktif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Bagi kami, kota yang baik adalah kota yang memberi ruang bagi warganya di setiap tahap kehidupan. Itulah sebabnya kami ingin Kota Magelang menjadi kota yang ramah bagi semua usia,” kata Damar.
Sementara itu, Kepala DPMP4KB Kota Magelang Wawan Setiadi mengatakan, program Sekolah Lansia di wilayah Kecamatan Magelang Selatan dilaksanakan pada Agustus hingga September 2026.
Kegiatan berlangsung di empat kelurahan, yakni Jurangombo Utara, Jurangombo Selatan, Magesari, serta Rejowinangun Selatan. Peserta dari Rejowinangun Selatan dan Tidar Selatan bergabung dalam satu kelas.
"Total peserta mencapai 113 orang. Masing-masing kelurahan melaksanakan delapan kali pertemuan," papar Wawan.
Materi pembelajaran mengacu pada tujuh dimensi lansia tangguh. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti diskusi, tanya jawab, praktik, permainan edukatif, aktivitas fisik, dan kegiatan kelompok.
Pemkot Magelang menyiapkan pembinaan lanjutan agar aktivitas lansia tidak berhenti setelah program Sekolah Lansia selesai.
Pembinaan akan dilakukan melalui kegiatan rutin di masing-masing kelurahan dengan meningkatkan keterlibatan keluarga. Program Sekolah Lansia juga akan diintegrasikan dengan Posyandu ILP, Bina Keluarga Lansia (BKL), dan kegiatan kesehatan lainnya. (Prokompimkotamgl)

