PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Kota Magelang Perkuat Ekosistem Kebudayaan Masyarakat

Rudi || Diskominsta

Minggu, 1 Februari 2026

Bagikan :

Identitas Kota Magelang melalui penguatan ekosistem kebudayaan )

KOTA ​MAGELANG – Identitas Kota Magelang melalui penguatan ekosistem kebudayaan menjadi hal yang terus-menerus diupayakan oleh Pemerintah Kota Magelang.

 

Demikian disampaikan Wali Kota Magelang, Damar Prasetyoni, saat membuka kegiatan Dialog Budaya Tahun 2026 bertajuk "Pemajuan Kebudayaan" di Aula Cendikia Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jumat (30/1/2026).

 

​Damar mengapresiasai adanya ruang diskusi dua arah antara pemerintah dan pelaku budaya. Menurutnya, dialog bukan sekadar seremonial, melainkan sarana untuk mengisi “ruang jiwa dan pikiran” guna melahirkan rujukan baru dalam membangun kota.

 

​"Dialog sangat penting untuk menyamakan persepsi dan membangun kepercayaan. Dalam konteks kebudayaan, peran pemerintah bukan untuk mengendalikan, melainkan membina dan memastikan ekosistem kebudayaan tetap lestari, berkembang, serta memberi makna nyata bagi masyarakat," ujar Damar.

 

Dalam kesempatan itu, Damar menyinggung fenomena sosial yang terjadi belakangan ini, yakni terkait laporan pencurian penutup gorong-gorong di sejumlah titik di Kota Magelang.

 

Ia menyatakan, tindakan pencurian tersebut bukanlah cerminan budaya masyarakat Kota Magelang.

 

​"Saya yakin itu bukan budaya orang Kota Magelang. Kita butuh menumbuhkan budaya baru, yaitu budaya peduli. Saling mengingatkan bahwa mencuri itu tidak baik dan membahayakan orang lain. Inilah esensi kebudayaan yang sebenarnya, yakni perilaku dan etika hidup bermasyarakat," tambahnya.


Kepala Disdikbud Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menyatakan forum ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 

 

Menururnya, Disdikbud bukan lagi sekedar “penjaga museum”, melainkan fasilitator bagi empat pilar utama: perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

 

​"Kota Magelang memang kecil secara geografis, tapi secara historis dan budaya, kita adalah raksasa," ungkapnya.


Dikatakan, tantangan sekarang adalah bagaimana 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di Kota Magelang, mulai dari seni pertunjukan hingga naskah kuno, bisa menjadi motor ekonomi kreatif tanpa menghilangkan kesakralannya.

 

Pihaknya berharap masukan dari para narasumber dan akademisi dapat menjadi landasan kebijakan strategis bagi Pemkot Magelang ke depan.

 

“Kami ingin mewujudkan ekosistem yang harmonis dan humanis, menjadikan Kota Magelang sebagai rumah bersama bagi para seniman dan budayawan,” imbuhnya.

 

​Kegiatan dialog ini menghadirkan narasumber ahli di bidang kebudayaan, yakni Maria Frimarini Nila W dan Khaji Habib, termasuk Wali Kota Magelang dan Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso. Acara tersebut diikuti oleh puluhan pegiat seni, akademisi, dan tokoh masyarakat Kota Magelang.(prokompimkotamgl)

 

Bagikan :