Layanan Si Jempol Ringankan Beban Pengemudi Angkot Kota Magelang
Sabtu, 17 Oktober 2026

Program angkutan gratis pelajar "Si Jempol" yang digagas Pemerintah Kota Magelang
KOTA MAGELANG – Program angkutan gratis pelajar "Si Jempol" yang digagas Pemerintah Kota Magelang dinilai memberikan dampak ekonomi positif bagi para pengemudi angkutan umum perkotaan (angkot), di tengah minimnya pendapatan harian penumpang reguler.
Ketua Koperasi Angkutan Umum Perkotaan (Kopata) Kota Magelang, Darsono, mengapresiasi keberlanjutan program Si Jempol serta kebijakan perpanjangan batas usia operasional kendaraan dari 15 tahun menjadi 20 tahun oleh Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.
"Program Si Jempol ini sangat membantu masyarakat dan pengemudi karena load factor-nya bagus. Apalagi ada perpanjangan masa umur kendaraan, ini membuat kami bernapas lega karena armada yang mendekati off di tahun 2027 masih bisa beroperasi," ujar Darsono, usai monitoring dan evaluasi Si Jempol di Pendopo Pengabdian, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, pendapatan rata-rata pengemudi dari jalur reguler saat ini terbilang tidak pasti, yakni sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari dengan kewajiban setoran Rp50.000.
Untuk itu, hadirnya Si Jempol menjadi jaminan penghasilan tambahan bagi para sopir.
Sistem operasional Si Jempol diintegrasikan dengan layanan reguler. Pada pukul 06.00–07.00 WIB dan 14.00-15.00 WIB, armada melayani pelajar Si Jempol, sementara sisa waktu dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang umum.
Dari total 135 unit angkot di Kota Magelang, sebanyak 75 persen masih aktif beroperasi, sedangkan 32 unit di antaranya telah terintegrasi dalam program Si Jempol.
Pemerintah Kota Magelang terus mematangkan efektivitas program ini. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono pun mengingatkan tentang kedisiplinan pengemudi terkait ketepatan jam operasional dan kepatuhan rute.
“Pengemudi harus menjalankan tugas sesuai jadwal dan rute yang ditentukan. Kalau tidak disiplin, tentu harus dievaluasi,” kata Damar.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk memeriksa data kehadiran dan pelaksanaan layanan di setiap rute. Pengawasan diperkuat melalui dokumentasi operasional, laporan pengemudi, serta pencocokan data kehadiran dengan aplikasi pemantauan.
Kepala Dishub Kota Magelang, Makhmud Yunus, menambahkan, pihaknya berencana menambah armada Si Jempol pada 2027 dan melakukan penataan rute agar kebutuhan transportasi pelajar terpenuhi secara lebih merata. (Prokompimkotamgl)

